SISTEM
EKONOMI
Sistem Ekonomi merupakan suatu
cara yang ditempuh untuk mengatur atau mengorganisir seluruh aktivitas ekonomi
di dalam masyarakat baik itu dilakukan oleh pemerintah maupun oleh swasta.
Tujuannya pun berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran
atau kesejahteraan.
Ada 5 Macam
Sistem Ekonomi :
1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL
Masyarakat
yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada
pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal
uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi
dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.
2. SISTEM EKONOMI KERAKYATAN
Sistem ekonomi yang digunakan di
Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinya produksi dikerjakan
oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota
masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran
orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta
GBHN, sehingga disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi
Pancasila”.
3. SISTEM
EKONOMI LIBERAL
Sistem ekonomi liberal adalah
suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk
mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan
oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations,
yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan
kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.
4. SISTEM
EKONOMI TERPUSAT/SOSIALIS
Sistem ekonomi sosialis adalah
sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh
pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan.
Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam
bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat
memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan
pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.
5. SISTEM
EKONOMI CAMPURAN (SOSIALIS DAN LIBERALIS)
Sistem ekonomi campuran merupakan
perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis
tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran
mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi
campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk
ikut meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengendali dan
stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk
melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.
Dengan
adanya perbedaan penerapan Sistem Ekonomi di setiap negara, menurut saya
akan menghasilkan dampak yang baik, karena sistem ekonomi tergantung dari ideologi atau
falsafah yang dianut oleh bangsa tersebut. Masing-masing dari negara
tersebut memiliki karakteristik yang
berbeda, budaya yang berbeda, aset berbeda, keuangan yang berbeda, dan mengetahui
bagaimana Sumber Daya Manusia mereka sendiri, sehingga dapat menentukan sistem ekonomi
seperti apa yang cocok untuk mereka. Contohnya, sebagian besar negara di Eropa memiliki ideologi dimana
kebebasan individu adalah hak mutlak, sehingga sistem yang dipakai adalah
Sistem Liberal.
Referensi :