Sabtu, 05 Mei 2018

Tugas 6


Setiap sektor pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dibawah ini adalah kelebihan dan kekurangan pada sektor Pertanian, Industri dan Jasa.

1.     Pertanian
Kelebihan             : Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah
berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian
Kekurangan         : Produksinya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki
investasi yang mahal

2.     Industri
Kelebihan             : Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena
skalanya yang sangat besar, mengurangi pengangguran, transfer teknologi
Kekurangan         : Investasi yang tinggi, dan sangat sensitif terhadap kondisi makro
seperti deflasi
3.     Jasa
Kelebihan             : Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang
lebih sering
Kekurangan           : Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi
untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis 

Pembangunan yang hanya mementingkan pertumbuhan dan tidak menghiraukan kelestarian lingkungan menurut saya, hal tersebut kurang adil. Karena manusia juga harus membatasi tingkah laku mereka dalam memanfaatkan lingkungan alam agar lingkungan alam tetap berada dalam batas kelentingan lingkungan hidup manusia.
Kita memiliki upaya untuk mengelola SDA dan lingkungan hidup lebih baik. Kita memiliki harapan dan peluang yang cukup besar bahwa masalah lingkungan hidup yang makin rawan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Cukup kompleks masalah yang dihadapi negara berkembang seperti indonesia ini, misalnya masalah demografi, ekonomi dan sosial budaya yang akhirnya juga akan mempengaruhi keberadaan lingkungan alam.

Ada beberapa faktor pendorong Indsutrialisasi, yaitu :

1.     Kondisi dan Struktur awal Ekonomi dalam Negeri
Suatu Negara yang pada awal pembangunan ekonomi atau industrialisasinya sudah memiliki industri-industri primer atau hulu seperti besi dan baja, semen, petrokimia, dan industri-industri tengah(Antara hulu dan hilir), seperti industri barang modal(mesin) dan alat-alat produksi yang relatif kuatakan mengalami proses industrialisasi yang lebih pesat dibandingkan Negara yang hanya memiliki industri-industri hilir atau ringan.

2.     Besarnya Pasar dalam Negeri yang Ditentukan oleh Kombinasi antara Jumlah Populasi dan Tingkat Pn Riil Per Kapita
Pasar dalam negeri yang besar, seperti Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang merupakan salah satu faktor perangsang bagi pertumbuhan kegiatan-kegaiatan ekonomi, termasuk industri, karena pasar yang besar menjamin adanya skala ekonomis dan efisiensi dalam proses produksi(dengan asumsi bahwa faktor-faktor penentu lainnya mendukung). Jika pasar domestic kecil, maka ekspor merupakan alternatif satu” nya untuk mencapai produksi optimal.

3.     Ciri Industrialisasi
Yang dimaksud disini adalah antara lain cara pelaksanaan industrialisasi, seperti misalnya tahapan dari dari implementasi, jenis industri yang diunggulkan, pola pembangunan sektor industri, dan insentif yang diberikan, termasuk insentif kepada investor.

4.     Keberadaan SDA
Ada kecenderungan bahwa Negara-negara yang kaya SDA, tingkat diversifikasi dan laju pertumbuhan ekonominya relatif lebih rendah, dan Negara tersebut cenderung tidak atau terlembat melakukan industrialisasi atau prosesnya berjalan relatif lebih lambat dibandingkan Negara-negara yang miskin SDA.

5.     Kebijakan Strategi Pemerintah
Pola industrialisasi di Negara yang menerapkan kebijakan subtitusi impor dan kebijakan perdagangan luar negeri yang protektif(seperti Indonesia terutama selama pemerintahan Orde Baru hingga krisis terjadi) berbeda dengan di Negara yang menerapkan kebijakan promosi ekspor dalam mendukung industri nya.

Kemitraan adalah  suatu  strategi  bisnis  yang dilakukan oleh dua  pihak  atau  lebih  dalam  jangka waktu  tertentu untuk  meraih keuntungan  bersama  dengan  prinsip  saling  membutuhkan  dan saling membesarkan.  Karena  merupakan  strategi  bisnis  maka  keberhasilan kemitraan  sangat ditentukan  oleh  adanya  kepatuhan  diantara  yang bermitra dalam menjalankan etika bisnis.
Keagenan adalah hubungan berkekuatan secara hukum yang terjadi bilamana dua pihak bersepakat membuat perjanjian dimana salah satu pihak yang dinamakan “pemilik” (principal) dengan syarat bahwa pemilik tetap mempunyai hak untuk mengawasi agentnya mengenai kewenangan yang direncanakan kepadanya.
Waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis (franchise) dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Subkontrak adalah pengaturan di mana kontrak bisnis satu pihak sebagian atau seluruh bagiannya dikontrakkan lagi ke pihak lain. Bisnis seringkali mensubkontrakkan jika mereka kurang memiliki keahlian atau sumber daya untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Referensi :




Tugas 5


Teori Perdagangan Internasional masih bisa diterapkan pada kondisi globalisasi dewasa ini, karena di era globalisasi atau kebebasan, dimana setiap Negara didalam melakukan perdagangan tidak lagi dibatasi oleh batas teritori, maka kita dituntut untuk mampu berkompetisi dan berinovasi agar dapat bertahan dan tidak terpuruk dalam era globalisasi
Mata uang AS (USD) saat ini masih menjadi standar ukuran pembayaran internasional, karena pada akhir peran dunia kedua Amerika Serikat tidak jatuh miskin dan membantu negara lain dengan memberikan hutang atau pinjaman. Pinjaman tersebut dalam bentuk mata uang dolar. Dan sebagai jaminannya, negara-negara yang mau hutang harus menyerahkan emas kepada Amerika Serikat. Dengan begitu otomatis Amerika hampir menguasai emas seluruh dunia. Secara praktis, pasti dong jadilah dolar yang disokong emas dan dolar pula lah yang saat itu dipercaya sebagai mata uang. Dan Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat,dan hingga saat ini saya rasa hanya Amerika serikat dengan US Dolarnya  yang merupakan Negara Terkuat, stabilitas Politik Ekonomi dan keamanannya terjaga. Walaupun Ekonominya mulai diimbangi Tiongkok, tapi tidak semudah itu menggeser US Dolar karena jika hanya Kuat Mata Uangnya saja tanpa diimbangi kondisi Negara yang Stabil,semua akan sia-sia.Karena menjadi Mata Uang internasional dibutuhkan Kepercayaan Dunia, agar Dunia mau menggunakannya.
Secara Politis masih cukup meragukan bahwa Euro mampu menjadi mata uang alternatif mengantikan US Dolar, karena mencari mata uang alternatif bukan hanya mengacu pada pertimbangan ekonomis, namun faktor Politis akan tetap menjadi kekuatan dan legalitas dalam hubungan ekonomi politis, dan dalam teori keuangan internasional uang tidak hanya dianggap sebagai alat tukar dalam kepentingan ekonomi semata, namun sebagai alat untuk membentuk kepemimpinan, untuk mengendalikan interaksi        struktur-struktur politik. Dalam hal ini yang diperlukan adalah Political will dari negara atau komunitas pemilik mata uang.
Saat ini rupiah belum bisa mendunia, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Rupiah bisa menjadi mata uang dunia, asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan SDM yang ada di dalamnya. Dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.
Negara yang memiliki cadangan devisa yang banyak dan tinggi dapat menjadi indikator dari meningkatnya dan bertambah baiknya pertumbuhan ekonomi. Negara tersebut akan membayar hutang luar negeri, mengimpor barang-barang kebutuhannya, Membiayai pembinaan dan pemeliharaan hubungan luar negeri, yaitu untuk kedutaan, konsulat, biaya kontingen olahraga, misi kebudayaan ke luar negeri dan sebagainya

Referensi :