Teori Perdagangan Internasional masih bisa
diterapkan pada kondisi globalisasi dewasa ini, karena di era globalisasi atau
kebebasan, dimana setiap Negara didalam melakukan perdagangan tidak lagi
dibatasi oleh batas teritori, maka kita dituntut untuk mampu berkompetisi dan
berinovasi agar dapat bertahan dan tidak terpuruk dalam era globalisasi
Mata uang AS (USD) saat ini
masih menjadi standar ukuran pembayaran internasional, karena pada akhir
peran dunia kedua Amerika Serikat tidak jatuh miskin dan membantu negara lain
dengan memberikan hutang atau pinjaman. Pinjaman tersebut dalam bentuk mata
uang dolar. Dan sebagai jaminannya, negara-negara yang mau hutang harus
menyerahkan emas kepada Amerika Serikat. Dengan begitu otomatis Amerika hampir
menguasai emas seluruh dunia. Secara praktis, pasti dong jadilah dolar yang
disokong emas dan dolar pula lah yang saat itu dipercaya sebagai mata uang. Dan
Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat,dan hingga
saat ini saya rasa hanya Amerika serikat dengan US Dolarnya yang merupakan Negara Terkuat, stabilitas Politik
Ekonomi dan keamanannya terjaga. Walaupun Ekonominya mulai diimbangi Tiongkok, tapi
tidak semudah itu menggeser US Dolar karena jika hanya Kuat Mata Uangnya saja
tanpa diimbangi kondisi Negara yang Stabil,semua akan sia-sia.Karena menjadi
Mata Uang internasional dibutuhkan Kepercayaan Dunia, agar Dunia mau
menggunakannya.
Secara Politis masih cukup meragukan bahwa
Euro mampu menjadi mata uang alternatif mengantikan US Dolar, karena
mencari mata uang alternatif bukan hanya mengacu pada pertimbangan ekonomis, namun
faktor Politis akan tetap menjadi kekuatan dan legalitas dalam hubungan
ekonomi politis, dan dalam teori keuangan internasional uang tidak
hanya dianggap sebagai alat tukar dalam kepentingan ekonomi semata, namun
sebagai alat untuk membentuk kepemimpinan, untuk mengendalikan interaksi struktur-struktur politik. Dalam hal
ini yang diperlukan adalah Political will dari negara atau komunitas pemilik
mata uang.
Saat ini rupiah belum bisa mendunia, tapi tidak menutup
kemungkinan bahwa Rupiah bisa menjadi mata uang dunia, asalkan ada peningkatan
dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara
dan SDM yang ada di dalamnya. Dan semua itu bisa terlaksana jika ada
komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.
Negara yang memiliki cadangan devisa yang banyak dan tinggi dapat
menjadi indikator dari meningkatnya dan bertambah baiknya pertumbuhan ekonomi. Negara tersebut akan membayar hutang luar
negeri, mengimpor barang-barang kebutuhannya, Membiayai
pembinaan dan pemeliharaan hubungan luar negeri, yaitu untuk kedutaan,
konsulat, biaya kontingen olahraga, misi kebudayaan ke luar negeri dan
sebagainya
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar